Make Today as A Masterpiece

Setiap pergantian tahun, biasanya kita melakukan sebuah ritual yang sama “Resolusi”. Setiap tahun aktivitasnya sama, Itu-itu saja. Kebanyakan dari kita berpesta pora meluapkan kegembiraan yang tak terkira. Sambil beberapa dari kita, menuliskan komitmen di dalam hati untuk terciptanya harapan menjadi kenyataan.

Apakah ada yang dicapai? Bisa jadi ada, bisa juga tidak. Bergantung pada seberapa kuatnya niat kita. Bergantung pada seberapa hebatnya kita berdisiplin untuk tetap konsisten dalam melakukan usaha dan ikhtiar.

Beranikah kita berkomitmen, apa yang sudah ditetapkan haruslah diselesaikan? besarnya impian bukanlah jaminan kesuksesan. Berapa banyak orang yang memiliki impian besar, tetapi itu hanya di wilayah mulut dan sekitarnya saja? Mimpinya tidak terjamah karena tangan dan kaki tidak bergerak. Ingin menggapai masa depan, tetapi tidak memelihara keberadaan kita hari ini. Ingin membuat mahakarya di masa depan, tetapi hari ini kita abaikan.

Tak heran, Albert Einsten punya ungkapan yang sangat terkenal : “Melakukan hal yang sama secara berulang-ulang, tetapi mengharapkan hasil yang berbeda adalah sebuah kegilaan.”

Make today as a masterpiece. Buatlah hari ini sebagai sebuah mahakarya. Setiap hari, jika kita ukir dengan kemenangan – kemenangan kecil, maka akan mengantarkan kita ke kemenangan besar di masa depan. Saat menjadikan hari ini dengan sikap yang hebat, maka masa depan pun akan hebat. Fokus kita hanyalah satu: Bagaimana, ketika kita bangun pagi hari, setal doa kita langsung beraksi untuk menyambut hari dengan penuh semangat. Bangkit berdiri dan siap melangkah, untuk mengukir hari dengan prestasi.

Mungkin, prestasi yang kita capai tidak langsung terwujud dalam prestasi yang terlihat secara kasat mata. Namun, saat anda sudah begitu bersabar menjalani proses di setiap harinya dengan konsisten, itupun adalah prestasi. Berani bermimpi, berani untuk eksekusi.

Who knows the future? Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Benar – benar kita buta dan tuli untuk meramalkan masa depan yang akan terjadi. Bahkan, seorang paranormal hebat pun tidak akan pernah diberi kelonggaran oleh Tuhan untuk melihat masa depan dan dengan secara gamblang mampu menjelaskan apa saja yang akan terjadi secara detail.

Kita bisa masuk ke wilayah “penciptaan” masa depan dengan pilihan – pilihan yang kita buat hari ini juga. Apa yang akan kita ukir hari ini? Adakah sesuatu yang bisa kita lakukan untuk menambahkan nilai kita sebagai manusia? Jika hari ini kita melakukan tindakan dengan kualitas terbaik, dengan semangat terbaik, dengan antusiame terbaik, tentunya ini akan berpengaruh kepada pola pembentukan masa depan.

Namun, saat pengharapan indah tak sesuai harus terjadi, sadarilah itu bukanlah di wilayah wewenang kita. Setidaknya, kita sudah lega karena putaran waktu yang menghampiri kita bisa kita lalui dengan penghayatan yang tinggi. Dengan keberanian yang tinggi, bukan sekedar melakukan dan membiarkan waktu berlalu tanpa kesan.

Hadirnya hari ini benar – benar kita rasakan sebagai sebuah kanvas kehidupan yang sudah kita lukis dengan sempurna. Biarlah masa depan menampilkan pelangi di kemudian hari, sebagai akibat kesempurnaan kita dalam menghadapi hari yang datang silih berganti.

Jadi, tidak perlu merisaukan masa depan. Goals dan cita – cita pasti kita miliki. Yang paling penting adalah bagaimana kita menjalani setiap harinya. Bagaimana kita hidup dengan kemurahan hati untuk berbagi. Bagaimana kita menghidupkan pekerjaan kita, apapun profesinya. Menanam saja dengan keikhlasan. Berinvestasi pada orang lain dengan kebaikan. Dengan berinvestasi pada kehidupan orang lain, maka kita akan meraup deviden yang sangat besar dalam kehidupan ini. Ujung dari semua kebaikan, akan kembali kepada kita lagi.

Menjadikan hari ini sebagai sebuah mahakarya bisa terjadi jika kita melakukan pekerjaan kita dengan cinta. Tanpa cinta, semua hampa. Tanpa cinta, pekerjaan yang kita lakukan hanya menjadi gerakan – gerakan tanpa makna. Tanpa cinta, tidak ada keberanian untuk menhadapi tantangan. Kita bagai berjalan seperti robot – robot tanpa hati. Gersang. Penuh kejenuhan. Penuh kekesalan. Tiba – tiba, tanpa kita sadari kita sudah berjalan cukup jauh. Masa tua pun tiba. Ah, ..andaikan kita bisa memutar kembali waktu yang ada, alangkah beruntungnya kita..

Author: yans@semarangbranch